Banyak orang mengira jurnal dan artikel adalah hal yang sama. Padahal, keduanya memiliki tujuan, struktur, dan cara penulisan yang cukup berbeda. Kesalahpahaman ini sering muncul di kalangan mahasiswa, penulis pemula, bahkan pembaca umum. Agar Anda tidak lagi bingung, penting untuk memahami perbedaan jurnal dan artikel secara jelas sejak awal.
Memahami topik ini bukan hanya soal istilah, tetapi juga soal konteks penggunaan. Dengan pemahaman yang tepat, Anda bisa menentukan kapan harus membaca jurnal dan kapan artikel lebih relevan untuk kebutuhan Anda.

Pengertian Dasar Yang Perlu Dipahami
Secara umum, jurnal adalah karya tulis ilmiah yang memuat hasil penelitian, analisis mendalam, dan data yang bisa dipertanggungjawabkan secara akademis. Jurnal biasanya diterbitkan oleh institusi pendidikan atau lembaga penelitian.
Sementara itu, artikel lebih luas maknanya. Artikel bisa berupa tulisan informatif, opini, edukasi, atau hiburan yang ditujukan untuk pembaca umum. Di sinilah perbedaan jurnal dan artikel mulai terlihat dari sisi tujuan dan sasaran pembaca.
Perbedaan Dari Tujuan Penulisan
Tujuan jurnal sangat spesifik, yaitu menyampaikan hasil penelitian atau kajian ilmiah kepada komunitas akademik. Setiap klaim harus didukung data, metode yang jelas, serta referensi yang valid.
Artikel memiliki tujuan yang lebih fleksibel. Bisa untuk mengedukasi, menginspirasi, atau sekadar memberi informasi ringan. Karena itu, perbedaan jurnal dan artikel juga terlihat dari seberapa ketat aturan penulisannya.
Struktur Dan Gaya Bahasa
Jurnal memiliki struktur baku, seperti abstrak, pendahuluan, metodologi, hasil, pembahasan, dan daftar pustaka. Bahasa yang digunakan formal, objektif, dan minim opini pribadi.
Artikel cenderung lebih bebas. Penulis bisa menggunakan gaya bahasa percakapan, analogi, dan contoh sehari-hari. Inilah alasan mengapa perbedaan jurnal dan artikel terasa jelas saat Anda membacanya.
Proses Penulisan Dan Publikasi
Proses penerbitan jurnal biasanya panjang dan ketat. Naskah harus melalui peer review, revisi berulang, dan evaluasi oleh ahli di bidang terkait.
Sebaliknya, artikel bisa dipublikasikan dengan proses yang lebih sederhana, tergantung medianya. Untuk membantu Anda mengenali perbedaan jurnal dan artikel, perhatikan poin berikut:
- Jurnal membutuhkan waktu lama sebelum terbit karena harus lolos penilaian ilmiah. Proses ini bertujuan menjaga kualitas dan keakuratan isi.
- Artikel bisa terbit lebih cepat karena fokus utamanya adalah keterbacaan dan relevansi bagi pembaca umum.
Sasaran Pembaca Yang Berbeda
Jurnal ditujukan untuk akademisi, peneliti, dan mahasiswa yang membutuhkan referensi ilmiah. Pembacanya sudah terbiasa dengan istilah teknis dan analisis mendalam.
Artikel menyasar audiens yang lebih luas. Siapa pun bisa membaca dan memahaminya tanpa latar belakang akademik tertentu. Dari sini, perbedaan jurnal dan artikel semakin mudah dikenali dari siapa yang membaca dan memanfaatkannya.
Kapan Harus Membaca Jurnal Atau Artikel
Memilih antara jurnal dan artikel tergantung kebutuhan Anda. Jika Anda sedang menyusun penelitian, jurnal adalah sumber utama yang wajib dibaca.
Namun, jika Anda ingin memahami suatu topik secara umum atau mencari gambaran awal, artikel sudah lebih dari cukup. Memahami perbedaan jurnal dan artikel akan membantu Anda menghemat waktu dan mendapatkan informasi yang sesuai kebutuhan.
Manfaat Memahami Perbedaannya
Dengan memahami perbedaan ini, Anda tidak akan lagi salah menggunakan referensi. Anda juga bisa menyesuaikan gaya menulis jika suatu saat diminta membuat jurnal atau artikel.
Pemahaman yang tepat membuat Anda lebih kritis sebagai pembaca dan lebih percaya diri sebagai penulis. Jika Anda ingin semakin paham dan tidak keliru lagi dalam memilih atau menulis jenis karya tulis yang tepat, mulailah memperhatikan karakteristik jurnal dan artikel sejak sekarang dan terapkan pengetahuan ini dalam aktivitas belajar atau menulis Anda.



