Berita Cepat Global – Informasi Portal

Apakah Satu Tanda Tangan Digital Bisa Digunakan untuk Semua Dokumen?

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Tidak semua tanda tangan digital setara. Kekuatan hukum dan tingkat keamanannya bergantung pada jenis sertifikat elektronik yang menyertainya. Dokumen berisiko rendah bisa memakai tanda tangan sederhana, sementara transaksi bernilai besar membutuhkan verifikasi identitas lebih ketat.

Bedanya Tanda Tangan Digital dan Tanda Tangan Elektronik yang Sering Tertukar

Istilah tanda tangan digital dan tanda tangan elektronik kerap dianggap sama, padahal berbeda secara teknis. Tanda tangan elektronik adalah kategori umum, mencakup segala bentuk persetujuan digital seperti klik centang atau gambar tanda tangan. Tanda tangan digital merupakan subkategori yang memakai kriptografi asimetris untuk mengikat identitas penanda pada dokumen. Perbedaan ini penting karena menentukan tingkat kekuatan hukum yang dihasilkan.

Contoh sederhana adalah tanda centang persetujuan syarat layanan sebuah aplikasi. Bentuk itu tergolong tanda tangan elektronik, tetapi bukan tanda tangan digital dalam pengertian teknis. Perbedaan istilah ini kerap membingungkan pengguna awam maupun pelaku bisnis. Memahami perbedaan mendasar membantu menghindari kesalahan pemilihan metode tanda tangan.

Aturan Main dari UU ITE Sampai Sertifikat Elektronik Tersertifikasi

Payung hukum utama tercantum dalam UU ITE dan PP Nomor 71 Tahun 2019. Regulasi ini mengatur syarat sahnya tanda tangan elektronik, termasuk keharusan sertifikat elektronik bagi transaksi tertentu. Sertifikat elektronik tersertifikasi diterbitkan oleh penyelenggara yang diakui otoritas terkait. Dokumen pemerintahan, perbankan, dan notariat umumnya mensyaratkan level sertifikasi ini.

Selain regulasi nasional, sejumlah sektor memiliki aturan turunan yang lebih spesifik. Otoritas Jasa Keuangan misalnya mewajibkan verifikasi berlapis untuk transaksi perbankan digital. Kementerian Agraria juga menetapkan syarat tambahan untuk dokumen pertanahan elektronik. Ketentuan sektoral ini memperjelas bahwa satu jenis sertifikat tidak otomatis berlaku universal.

Kenapa Semua Dokumen Tidak Bisa Diperlakukan Sama

Kebutuhan dokumen berbeda-beda tergantung nilai transaksi dan risiko yang menyertainya. Kontrak kerja sama kecil mungkin cukup dengan tanda tangan elektronik sederhana. Namun akta jual beli properti atau perjanjian kredit besar membutuhkan verifikasi identitas berlapis. Tabel berikut merangkum perbedaan mendasar antara dua jenis tanda tangan elektronik yang umum dipakai.

Info menarik  Mitos tentang e Signature yang Masih Banyak Dipercaya Perusahaan

Kriteria

Tanda Tangan Elektronik Tidak Tersertifikasi

Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi

Dasar Hukum

Diakui sebagai bukti awal, kekuatan terbatas

Setara tanda tangan basah menurut UU ITE

Verifikasi Identitas

Minim, sering hanya email atau OTP

Ketat, melalui proses tatap muka atau biometrik

Kekuatan Pembuktian

Rentan disangkal di hadapan pengadilan

Sulit disangkal karena tercatat di penyelenggara resmi

Contoh Dokumen Cocok

Persetujuan internal, formulir sederhana

Akta, kontrak kredit, dokumen pemerintahan

Skenario Nyata Ketika Satu Sertifikat Tidak Selalu Cukup

Bayangkan sebuah perusahaan rintisan menandatangani puluhan kontrak kerja sama dalam sebulan. Untuk nota kesepahaman biasa, tanda tangan elektronik sederhana sudah memadai secara operasional. Namun saat perusahaan mengajukan pinjaman modal ke bank, persyaratan berubah signifikan. Bank umumnya meminta sertifikat elektronik tersertifikasi demi memastikan keabsahan identitas peminjam.

Faktor yang Menentukan Level Keamanan yang Dibutuhkan

Beberapa variabel layak dipertimbangkan sebelum menentukan jenis tanda tangan digital yang dipakai. Nilai nominal transaksi menjadi indikator pertama yang paling sering dipakai. Sektor industri turut memengaruhi, sebab perbankan dan kesehatan memiliki aturan lebih ketat. Faktor terakhir adalah kebutuhan lintas negara, karena standar sertifikat elektronik bisa berbeda antarnegara.

Panduan Praktis Sebelum Memilih Sertifikat

Sebelum memutuskan jenis sertifikat elektronik yang dipakai, beberapa langkah berikut dapat membantu:

  • Periksa apakah dokumen termasuk kategori yang diwajibkan regulator memakai sertifikat tersertifikasi.
  • Pastikan penyelenggara sertifikat elektronik terdaftar resmi di otoritas terkait.
  • Simpan jejak audit digital sebagai bukti pendukung jika diperlukan di kemudian hari.
  • Sesuaikan metode verifikasi identitas dengan tingkat risiko dokumen yang ditandatangani.

Pertanyaan yang Sering Muncul Soal Satu Tanda Tangan untuk Banyak Dokumen

  • Apakah tanda tangan digital berlaku sah secara hukum di Indonesia? Ya, selama memenuhi syarat dalam UU ITE dan PP 71/2019.
  • Apakah satu sertifikat elektronik bisa dipakai untuk semua jenis dokumen? Bisa, tetapi tingkat keamanannya perlu disesuaikan dengan risiko dokumen.
  • Apa risiko memakai tanda tangan elektronik tidak tersertifikasi untuk dokumen penting? Risikonya bukti hukum lebih lemah dan rawan disangkal pihak lain.
Info menarik  Transformator Indonesia Terbaik untuk Daya yang Stabil

Ke Mana Arah Regulasi Tanda Tangan Digital di Masa Depan

Tren digitalisasi dokumen diperkirakan terus meningkat seiring adopsi transaksi elektronik yang meluas. Regulator berpotensi memperketat standar sertifikat elektronik demi melindungi kepentingan publik dan mencegah penyalahgunaan. Penyedia layanan seperti ezSign menjadi opsi bagi pengguna yang membutuhkan sertifikat elektronik tersertifikasi. Ke depan, pemahaman soal jenis dan tingkat sertifikat akan makin menentukan keabsahan dokumen digital.