Berita Cepat Global – Informasi Portal

Fitur ERP: Kustomisasi atau Ikuti Sistem Standar, Mana Lebih Tepat?

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Kustomisasi ERP layak dilakukan ketika alur kerja bisnis menjadi pembeda utama dan sistem standar tidak mampu menampungnya. Jika prosesnya umum, fitur bawaan biasanya sudah cukup. Keputusan sebaiknya berdasar analisis proses, biaya jangka panjang, dan kesiapan tim.

Mulai dari Proses, Bukan dari Daftar Fitur

Banyak proyek ERP tersendat karena diskusi dimulai dari daftar fitur. Padahal pertanyaan awalnya adalah proses apa yang benar-benar menghasilkan keuntungan.

Bayangkan perusahaan distribusi yang menghitung diskon berjenjang untuk setiap pelanggan. Sistem standar mungkin hanya mendukung diskon per produk. Tim lalu perlu memutuskan: aturan itu dipertahankan atau disederhanakan?

Pemetaan proses menjawab hal ini lebih dulu. Proses yang menjadi pembeda bisnis layak dipertahankan. Proses yang hanya kebiasaan lama bisa menyesuaikan diri dengan sistem.

Kapan Sistem Standar Sudah Cukup

Akuntansi, inventori dasar, dan pembelian umumnya mengikuti praktik yang lazim. Sistem standar biasanya sudah mengakomodasinya dengan baik. Memakai fitur bawaan juga memudahkan pembaruan versi di masa depan.

Ambil contoh toko ritel dengan tiga cabang yang hanya perlu mencatat stok dan penjualan. Fitur bawaan sudah menjawab kebutuhan itu tanpa pengembangan tambahan.

Perusahaan yang baru pertama kali memakai ERP ikut diuntungkan. Tim mempelajari satu alur baku, bukan puluhan pengecualian. Dalam banyak kasus, ERP terbaik adalah yang paling sesuai kebutuhan, bukan yang fiturnya terbanyak.

Tanda Bahwa Kustomisasi Memang Dibutuhkan

Kustomisasi masuk akal jika proses tertentu memengaruhi daya saing atau kepatuhan. Contohnya perhitungan komisi sales yang rumit atau laporan khusus untuk regulator. Alur persetujuan yang unik juga sering memerlukan penyesuaian.

Tolok ukurnya sederhana. Jika pekerjaan manual terus berulang setiap hari tanpa penyesuaian, kustomisasi patut dipertimbangkan. Namun, periksa dulu apakah konfigurasi bawaan bisa menyelesaikannya.

Info menarik  Blockchain Bukan Sekadar Cryptocurrency: Mengenal Teknologi di Balik Aplikasi Web3

Membandingkan Dua Jalur dari Empat Sisi

Tabel berikut merangkum perbedaan yang paling sering menjadi bahan pertimbangan.

Kriteria

Sistem Standar

Kustomisasi

Waktu implementasi

Relatif lebih singkat

Lebih panjang karena ada analisis dan pengujian tambahan

Biaya awal dan perawatan

Lebih mudah diprediksi

Bertambah seiring jumlah modifikasi

Kemudahan pembaruan versi

Umumnya berjalan mulus

Perlu pengecekan ulang pada tiap pembaruan

Kecocokan dengan proses unik

Terbatas pada fitur bawaan

Dapat disesuaikan dengan alur bisnis

Tidak ada pilihan yang selalu benar. Banyak perusahaan memakai pendekatan campuran. Proses umum memakai fitur standar, sedangkan proses pembeda mendapat kustomisasi.

Biaya yang Sering Luput dari Hitungan

Biaya kustomisasi tidak berhenti saat pengembangan selesai. Setiap modifikasi perlu didokumentasikan, diuji, dan dipelihara. Saat versi sistem diperbarui, modifikasi itu harus diperiksa ulang.

Karena itu, penyedia jasa software ERP yang berpengalaman biasanya menanyakan alasan di balik setiap permintaan. Pertanyaan itu bukan penolakan. Tujuannya memastikan nilai yang didapat sepadan dengan biaya yang keluar.

Ada pula biaya tidak langsung. Karyawan perlu pelatihan ulang jika alur sistem berbeda dari standar. Ketergantungan pada satu pengembang juga menjadi risiko ketika dokumentasinya tidak lengkap.

Langkah Praktis Sebelum Memutuskan

  1. Petakan proses utama, lalu tandai mana yang memengaruhi pendapatan atau kepatuhan.
  2. Jalankan demo memakai data nyata perusahaan, bukan data contoh.
  3. Catat setiap kesenjangan antara proses saat ini dan fitur standar.
  4. Nilai tiap kesenjangan: cukup disederhanakan, dikonfigurasi, atau perlu dikembangkan.
  5. Minta estimasi biaya perawatan jangka panjang untuk setiap kustomisasi.
  6. Tetapkan batas kustomisasi pada fase pertama, lalu evaluasi setelah tim terbiasa.

Pertanyaan yang Sering Muncul

  • Apakah kustomisasi membuat ERP lebih lambat?

    Tidak selalu, tetapi modifikasi yang dirancang kurang baik dapat memengaruhi performa dan proses pembaruan.
     

  • Bisakah kustomisasi ditambahkan setelah ERP berjalan?

    Bisa, dan pendekatan bertahap sering lebih aman karena kebutuhan nyata sudah terlihat.
     

  • Siapa yang sebaiknya memutuskan perlu tidaknya kustomisasi?

    Pemilik proses bersama tim IT dan manajemen, bukan satu divisi saja.
     

Arah Implementasi ERP ke Depan

Implementasi ERP bergerak ke arah konfigurasi yang fleksibel dengan kustomisasi seminimal mungkin. Pendekatan ini menjaga sistem tetap mudah diperbarui sambil menampung proses khas bisnis. Untuk pemetaan kebutuhan yang objektif, perusahaan dapat berkonsultasi dengan Jasa Software ERP seperti i2C Studio. Pendampingan semacam itu membantu memisahkan kebutuhan nyata dari sekadar kebiasaan lama.

Info menarik  Software Odoo Sudah Lengkap, Lalu Mengapa Masih Perlu Konsultan Odoo?